Monday, 27 October 2014

Makalah Biologi Tentang Struktur Jaringan Pada Tumbuhan




Kata Pengantar



 
Puji dan Syukur Saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membahas tentang struktur jaringan pada tumbuhan. 

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. 

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata  penyusun mengharapkan semoga dari makalah biologi struktur jaringan pada tumbuhan ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.


                                                                                    Jakarta, 30 september 2014
                                                                                                        
                                                                                                Penyusun






Daftar isi :

Cover ………………………………………………………………………………
Kata pengantar ……………………………………………………………………………...
Daftar isi ……………………………………………………………………………...
I.                   Pendahuluan
A.    Latar belakang …………………………………………
B.     Rumusan masalah…………………………………......
C.     Tujuan ………………………………………………….
II.                Materi pokok …………………………………………………..
III.             Metode praktikum
A.    Hari / tanggal praktikum ……………………………….
B.     Tempat …………………………………………………
C.     Alat dan bahan ………………………………………….
D.    Cara kerja ……………………………………………….
IV.             Analisa pembahasan
Tabel hasil pengamatan ……………………………………..
V.                Penutup
A.    Kesimpulan ……………………………………………
B.     Saran ………………………………………………..…
Daftar pustaka……………………………………………………………….






I.                   PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG 

Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan khusus tersebut tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri. Jaringan embrionik ini disebut meristem. Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi pembelahannya sangat terbatas.    Pada proses pembelahan, sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah diri. Jaringan inilah jaringan dewasa.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana struktur akar, batang, dan daun ?
2.      Apa perbedaan bentuk akar monokotil dan dikotil ?
3.      Apa perbedaan bentuk batang monokotil dan dikotil ?
4.      Apa perbedaan bentuk daun monokotil dan dikotil ?
5.      Bagaimana bentuk stomata adam hawa ?


C.        TUJUAN 

1.      Mengamati dan membandingkan anatomi akar, batang, dan daun pada tumbuhan monokotil dan dikotil
2.      Terampil membuat preparat segar organ tumbuhan





II.                Materi Pokok

A. Jaringan Meristem
Jaringan muda, jaringan yang selalu aktif membelah (contoh: meristem primer/apical/pucuk, sekunder/lateral, dan interkalar).
B. Jaringan Dewasa
1. Jaringan pelindung
a. jaringan epidermis: melindungi jaringan yang ada didalamnya. Contoh derivate epidermis stomata dan trikoma
b. jaringan gabus: jika epidermis rusak maka digantikan jaringan gabus, yang dibedakan atas eksodermis, endodermis, dan peridermis
2. Jaringan parenkim (dasar)
Jaringan dasar yang kaya akan ruang antar sel (contoh: palisade, tempat fotosintesis berlangsung, jaringan parenkim spons selain sebagai tempat fotosintesis juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis)
3. Jaringan mekanik (penguat)
a. jaringan kolenkim: sel-selnya hidup, mengalami penebalan zat selulosa pada dinding selnya.
b. jaringan sklerenkim: sel-selnya mati, mengalami penebalan oleh lignin
4. Jaringan pengangkut
a. floem: tersusun oleh parenkim floem, serabut floem, pembuluh tapis, sel pengiring. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan
b. xylem: tersusun oleh parenkim xylem, serabut xylem, trake, trakeid, dan unsure pembuluh. Berfungsi mengangkut air dan mineral dari dalam tanah melalui akar sampai daun.
Cara menghafal
Epi Par Penyok Ngangkut Meri
Epi: Jaringan epidermis
Par: Jaringan parenkim
Penyok: Jaringan penyokong/penguat
Ngangkut: Jaringan pengangkut
Meri: Jaringan meristem
Organ Pada Tumbuhan
Terdiri atas: akar, batang, daun sebagai organ utama, selanjutnya bunga, buah dan biji akan terbentuk sebagai organ tambahan
Aku Bareng dengan Bung Babi
Aku: akar
Bareng: Batang
dengan
Bung: Bunga
Ba: Buah
Bi: Biji
A. Akar
Secara umum berfungsi untuk: melekatnya tumbuhan pada media, menyerap air dan unsur hara, alat pernafasan, tempat menyimpan cadangan makanan, dan menopang tegaknya batang
Akar berkembang dari meristem apical di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Pembelahan meristem apical membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pendewasaan sel.
Urutan struktur jaringan akar pada tumbuhan (secara anatomi dari luar ke dalam)
Epi Orang dermawan pernah Potong kambing Si emang
Epi: Epidermis
Orang: kOrteks
Dermawan: endodermis
Pernah: perikambium
Potong: phloem (floem)
Kambing: kambium
Si: Xylem
Emang: Empulur
1.      epidermis: terdiri atas satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel tipis, dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan
2.      korteks: tersusun berlapis-lapis, dinding sel tipis, dan memiliki banyak ruang antar sel, terdapat: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim
3.      endodermis: berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel mengalami penebalan gabus (yang dinamakan pita kaspari). Terdapat jaringan perisikel yang tersusun dari sel parenkim yang menebal, yang berfungsi untuk membentuk akar samping dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
4.      stele/silinder pusat: terdapat berkas pengangkut
B. Batang
Berfungsi dalam pengangkutan air dan unsure hara dari akar, memperluas tajuk tumbuhan dlm efisiensi menangkap cahaya matahari, tempat tumbuh organ generative, efisiensi penyerbukan dan pemancaran benih,tempat pemyimpanan cadangan makanan.
Jaringan penyusunnya terdiri atas:
1. Epidermis: tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar terdapat kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kamium gabus
2. KOrteks: mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim dan sklerenkim
3. Stele: terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut
Kambium hanya di miliki oleh tumbuhan dikotil, dibedakan menjadi 2:
1. Kambium intravaskuler: cambium terletak di antara xylem dan floem
2. Kambium intervaskuler: cambium terletak di antara dua berkas pengangkut

C. Daun
Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat terjadinya transpirasi dan gutasi, penyimpanan cadangan makanan (pada vakuola amilum), transpirasi dan pertukaran gas(pada stomata).
Daun lengkap terdiri atas: tangkai daun, pelepah daun, dan helaian daun.
Jaringan penyusun daun:
1. Epidermis: berupasatu lapis sel, dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin, terdapat stomata, dan terkadang ada trikoma dan sel kipas
2. Mesofil: terdapat parenkim palisade (jaringan tiang), dan parenkim spons (jaringan bunga karang)
3. Berkas pengangkut terdapat dalam tulang daun (xylem dan floem)
D. Bunga
Berfungsi dalam menghasilkan alat perkembangbiakan.
Bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah dan biji.
Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel-sel parenkim. Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikoma. Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila.
Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu epidermis, endotesium, lapisan tengah dan tapetum. Putik terdiri atas kepala sari dan tangkai putik.
Bagian-bagian bunga.
1. kelopak: melindungi bagian bunga yang ada di dalam
2. mahkota: membungkus dan melindungi benang sari dan putik
3. benang sari: alat perkembangbiakan jantan
4. putik: alat perkembangan betina
Ke Kota BeliSa pu
KElopak mahKOTA BEnang Sari PUtik
Berdasarkan keberadaan bagian steril (pedunculus, pedicellus, receptacle, brachtea, brachteola, sepal, dan petal) dan bagian fertil (benangsari dan putik) bunga dapat digolongkan menjadi bunga lengkap (contoh: bunga sepatu dan bunga melati) danbunga tak lengkap (contoh: bunga kelapa dan bunga salak).
Berdasarkan kelengkapan alat kelamin bunga dapat digolongkan dalam bunga sempurna (memiliki benang sari dan putik) contoh: bunga papaya dan bunga terung,bunga tidak sempurna (memiliki benang sari atau putik saja) contoh: bunga jagung dan bunga pinus
E. Buah dan Biji
Buah merupakan perkembangan dari bakal buah. Buah yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah disebut buah sejati (mangga), sedangkan yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain dari bunga di sebut buah semu (jambu monyet).
Buah tersusun atas tiga bagian eksokarp (kulit buah), mesokarp (daging buah) dan endokarp (lapisan dalam buah).
Bakal BIJI yang terdapat dalam bakal buah akan berkembang menjadi biji, yang merupakan alat perkembangbiakan utama. Biji terdiri atas kulit biji, tali pusar/tangkai biji, inti biji/isi biji.




III.             Metode praktikum
A.    Hari / tgl praktikum : Rabu, 17 september 2014
B.     Tempat : dilakukan di Laboraturium Biologi SMAN 64 JAKARTA
C.     Alat :
·         Mikroskop
·         Kaca objek (object glass)
·         Kaca penutup (cover glass)
·         Silet tajam
·         Preparat jadi/ kering (akar,batang,serta daun tumbuhan monokotil dan dikotil)
·         Kertas tisu
·         Kamera
·         Alat tulis
·         Pipet tetes

Bahan :
·         Akar dan batang tumbuhan dikotil, misalnya kacang tanah, sirih
·         Akar dan batang muda tumbuhan monokotil jagung, rumput
·         Daun tumbuhan dikotil,misalnya karet, sirih
·         Daun tumbuhan monokotil, misalnya jagung,rumput

D.    Cara kerja
1.      Meneteskan setitik air pada kaca objek
2.      Menyayati setipis mungkin daun, batang,dan akar secara melintang dengan menggunakan silet tajam.
3.      Meletakkan hasil irisan pada kaca objek tepat di titik air
4.      Menutupi preparat dengan kaca objek, mengamati dengan mikroskop
5.      Menggambar atau memfoto (dari lensa okuler) preparat yang diamati dan menuliskan jaringan penyusunnya pada setiap bagian organ
6.      Dengan cara yang sama, membuat preparat segar penampang membujur batang dan jaringan epidermis pada lapisan bawah daun
7.      Menulisi hasilnya pada table pengamatan
8.      Mengamati pula preparat kering akar, batang, dan daun sebagai pembanding


IV.             Analisa pembahasan
Tabel hasil pengamatan
untuk mencari sruktur jaringan pada akar batang daun jagung ini dapat digunakan preparat awetan.
untuk mencari sruktur jaringan pada akar batang daun kacang tanah dan rumput ini dapat digunakan preparat awetan da preparat segar.

untuk mencari sruktur jaringan pada akar batang daun sirih ini dapat digunakan preparat segar.

Perbedaan akar monokotil dan dikotil adalah
Akar monokotil Batas ujung akar dan kaliptra jelas
Akar dikotil Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas






Perbedaan batang monokotil dan dikotil adalah
Batang Monokotil :Batang tidak bercabang-cabang, Pembuluh angkut tersebar ,dan Tidak mempunyai kambium vaskuler, sehingga tidak dapat tumbuh membesar
Batang Dikotil : Batang bercabang Pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau berseling radial Mempunyai kambium vaskuler, sehingga dapat tumbuh membesar



Perbedaan daun monokotil dan dikotil adalah
Daun monokotil : Melengkung atau sejajar
Daun dikotil : Menyirip atau menjari



 
V.                Penutup

A.    Kesimpulan
Struktur utama pada tumbuhan adalah akar, batang, dan daun. Dan struktur tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu monokotil dan dikotil. Perbedaan dari akar, batang, dan daun monokotil dengan akar, batang, dan daun dikotil adalah :
Akar monokotil Batas ujung akar dan kaliptra jelas
Akar dikotil Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas

Batang Monokotil :Batang tidak bercabang-cabang, Pembuluh angkut tersebar ,dan Tidak mempunyai kambium vaskuler, sehingga tidak dapat tumbuh membesar
Batang Dikotil : Batang bercabang Pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau berseling radial Mempunyai kambium vaskuler, sehingga dapat tumbuh membesar
Daun monokotil : Melengkung atau sejajar
Daun dikotil : Menyirip atau menjari

B.     Saran
·         Dalam membuat preparat harus setipis mungkin agar kita mendapatkan hasilnya secara sempurna.
·         Hati-hati saat menggunakan benda tajam seperti cutter atau pisau
·         Lebih memanfaatkan waktu saat melakukan praktikum.




Daftar pustaka
http://ilmu-duniadanakhirat.blogspot.com/2012/09/rangkuman-struktur-dan-fungsi-jaringan.html
http://cilukbastar.blogspot.com/2012/10/perbedaan-akar-monokotil-dan-dikotil.html
Pedalaman Materi Sukses Ujian Nasional Biologi, 2010, Akasia
http://hidayatulfaizah.wordpress.com/2011/03/03/perbedaan-batang-tumbuhan-monokotil-dan-
dikotil/
buku biologi penerbit erlangga 



4 comments:

Unknown said...

ijin copas gan

Unknown said...

Iyaa

Anonymous said...

terimakasih atas informasinya....

Unknown said...

izin copas

Post a Comment