Thursday, 10 September 2015

Memahami Struktur Teks dan Kaidah Kebahasaan Dalam Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

Tugas 1
Memahami struktur teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”
          Tahap orientasi merupakan tahap pengenalan. Di sana terlihat gambaran umum tentang film “Rumah Tanpa Jendela”. Tugas kalian selanjutnya adalah membuat pembagian hingga sekecil-kecilnya. Misalnya,menceritakan secara rinci tentang gambaran umum film “Rumah Tanpa Jendela” itu. Cermati secara seksama setiap informasi yang disampaikan dalam teks itu.
(1)Setelah kalian mengetahui struktur teks ulasan,carilah berbagai informasi yang terdapat dalam tiap paragraf! Galilah informasi sebanyak-banyaknya yang terdapat dalam teks tersebut.
(a)Informasi dalam orientasi tahap 1
-Tradisi film musikal yang dikembangkan di Hollywood mengacu pada kecenderungan film musikal klasik tahun 1930-1960 an.
-Film tersebut diadatasi dari cerpen “Jendela Rara” karya Asma Nadia.
(b)Informasi dalam orientasi tahap 2
-Kisah dalam film tersebut terinspirasi dari dongeng moral berjudul The Prince and The Pauper karya Mark Twain.
-Sang pangeran adalah tokoh Aldo,seorang anak laki-laki dari keluarga kaya-raya dengan sindrom mental.
-Sedangkan si miskin diwakili oleh tokoh Rara,gadis cilik yang sesekali bekerja sebagai ojek payung di sanngar lukis tempat Aldo belajar.
-Rara terobsesi untuk memiliki rumah yang berjendela.
(c)Informasi dalam tafsiran isi tahap 1
-Mengikuti tradisi opposite attracks, Aldo dan Rara bertemu tidak sengaja dalam sebuah kecelakaan kecil.
-Persahabatan mereka bukan hanya pertemanan individu, melainkan pertemuan dua kutub status yang berbeda.
-Ibu dan kakak perempuan Aldo menganggap teman baru Aldo sebagai perusak ketenangan di rumah mereka.
(d)Informasi dalam tafsiran isi tahap 2
-Film tersebut menyampaikan ajaran moral pada anak-anak untuk menghadapi realita sosial dalam masyarakat yang tefragmentasi dalam perbedaan, baik secara struktur sosial ekonomi maupun kodisi fisik/mental.
-Fungsi ideologis yang ditawarkan film musikal adalah resolusi dari ketakutan akan perbedaan yang diwakili oposisi biner dalam naratif.
-Penyederhanaan posisi berlawanan si miskin dan si kaya terwakili oleh narasi sosial ekonomi Aldo dan Rara.
-Perbedaan si miskin dan si kaya dalam film ini adalah ia yang berpunya dan ia yang tak-berpunya.
(e)Informasi dalam tafsiran isi tahap 3
-Dalam film “Rumah Tanpa Jendela” sikap moral yang disarankan kepada penonton adalah bersyukur.
-Keinginan Rara untuk memiliki sesuatu, alih-alih dimaknai sebagai hasrat kepemilikan yang lumrah dimiliki semua orang, justru dianggap sebagai sesuatu yang menyalahi/mengingkari takdirnya sebagai orang yang tidak berpunya.
(f)Informasi dalam tafsiran isi tahap 4
-Kemalangan Rara tersebut digunakan sebagai pelajaran yang bisa dipetik bagi keluarga Aldo, bahwa mereka harus bersyukur atas semua yang mereka punyai (harta dan keluarga yang utuh).
-Mereka melakukan kewajiban membalas budi tanpa perlu mengorbankan kenyamanan dengan berbagi kepemilikan ataupun terlibat secara dekat.
(g)Informasi dalam tafsiran isi tahap 5
-Dalam model utopia (khayalan) yang terdapat di dalam film tersebut, anak-anak menjadi “penanda” dari kelahiran atau takdir manusia.
-Permasalahan yang dimiliki anak-anak ini diperlihatkan sebagai sesuatu yang alami dengan lebih menekankan cara menghadapi permasalahan alih-alih mempertanyakan penyebabnya.
-Alih-alih hasil dari ketidakadilan distribusi kekayaan yang didukung negara, film ini menggambarkan kemiskinan sebagai bagian dari takdir manusia.
(h)Informasi dalam tafsiran isi tahap 6
-Jendela dalam film “Rumah Tanpa Jendela” merupakan sebuah metafora yang mengena. Jendela memungkinkan seseorang untuk mengakses dunia lain (dari dalam atau dari luar) tanpa meninggalkan tempatnya.
-Jendela adalah rasa syukur atau konsep penerimaan atas suatu kondisi.
-Dengan si miskin berlapang dada menerima kondisinya dan si kaya belajar bersyukur dari kemalangan si miskin, masyarakat borjuis yang sempurna dan harmonis akan tercipta.
(i)Informasi dalam tafsiran isi tahap 7
-Sebuah dongeng untuk membuai mereka dalam mimpi-mimpi borjuis, agar mereka nanti terbangun sebagai manusia-manusia borjuis dewasa yang diharapkan bisa meneruskan tatanan masyarakat, yang kemiskinan dan kekayaan ternaturalisasi sebagai takdir dan karenanya tidak perlu dipertanyakan.
-Si kaya termungkinkan ada dan bisa melanjutkan upaya memperkaya diri mereka; dengan membiarkan kemiskinan ada dan ‘tidak tampak’ di depan mata.
(j)Informasi dalam evaluasi tahap 1
-Namun,sebagai sebuah film musikal,tidak banyak yang disumbangkan oleh lagu-lagu yang dinyanyikan dan ditarikan dalam film ini.
-Adegan musikal kebanyakan merupakan penampilan kolektif,jarang ada penampilan tunggal (solo).
-Penekanan pada kolektivitas ini merupakan salah satu “karakteristik“ film musikal klasik Hollywood.
(k)Informasi dalam evaluasi tahap 2
-Penggambaran kemiskinan dalam film tersebut tidak berlebihan. Film tersebut menggambarkan keluarga baik-baik dan protektif.
-Dalam hal ini,film musikal mengamini konsep “film yang menghibur” sebagai utopia itu sendiri.
(l)Informasi dalam rangkuman
-Dapat disimpulkan bahwa film “Rumah Tanpa Jendela” memungkinkan kita bicara mengenai posisi biner kelas sosial-ekonomi lewat model film musikal klasik ala Hollywood.

(2)Coba kalian perhatikan kembali bahasan tentang teks ulasan film “Rumah Tanpa Jendela” di atas. Kalian dapat melihat bahwa penulis ulasan atau resensi tersebut melontarkan pujian,sekaligus kritikan terhadap film tersebut. Tugas kalian adalah menentukan bagian dari ulasan film yang berupa pujian serta bagian yang berupa kritikan,lalu tuliskan pada kolom berikut.
No.Film Rumah Tanpa Jendela
PujianKritikan
(1)Jendela dalam “Rumah Tanpa Jendela” merupakan sebuah metafora yang mengena.Sayang,sebagai sebuah film musikal,tidak banyak yang disumbangkan oleh lagu-lagu yang dinyanyikan dan ditarikan dalam film ini,kecuali penekanan dramatis belaka.
(2)Kemiskinan Rara sehingga membuat
kemiskinan ternaturalisasikan lewat logika pemahaman yang sama
film ini menggambarkan kemiskinan sebagai bagian dari takdir manusia.Film ini menggambarkan kemiskinan sebagai bagian dari takdir manusia.
(3)Cerita yang disampaikan menarik,bisa dijadikan sebagai motivasi.Ada beberapa kata yang kurang baik atau kurang sopan diucapkan.

Tugas 2
Memahami Kaidah Kebahasaan dalam Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”
(1)Dalam model teks ulasan di atas banyak terdapat kosakata baru. Dengan bantuan Kamus Besar Bahasa Indonesia, carilah arti kata atau kelompok kata yang terdapat dalam tabel berikut. Tuliskan jawaban kalian di kolom bagian kanan. Setelah itu,baca kembali dengan cermat model teks ulasan film di atas. Temukan kosakata yang menurut kalian penting untuk diketahui. Buatlah kolom daftar kosakata baru di dalam buku tugas kalian.
No.KosakataArti Kosakata
1.AdaptasiPenyesuaian terhadap lingkungan,pekerjaan,dan pelajaran
2.AksesJalan masuk
3.BioskopGedung pertunjukan film cerita
4.BorjuisKelas masyarakat dari golongan menengah ke atas
5.Destruktif Merusak, memusnahkan, atau menghancurkan
6.Eksplotasi Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan
7.Fragmentasi pencuplikan (cerita dsb)
8.Gender Gamelan Jawa yang dibuat dari bilah-bilah logam berjumlah empat belas buah dengan penggema dari bambu
9.Harmonis Bersangkut paut dengan (mengenai) harmoni; seia sekata;
10.Inspirasi Ilham
11.KlasikMempunyai nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yang abadi; tertinggi
12.Kolektif Secara bersama; secara gabungan
13.KomaKeadaan tidak sadar sama sekali dan tidak mampu memberi reaksi terhadap suatu rangsangan (karena keracunan, sakit parah, dsb)
14.KompensasiGanti rugi
15.KutubUjung poros atau sumbu bumi
16.LogikaJalan pikiran yang masuk akal
17.MetaforaPemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan
18.ModelPola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan
19.ObsesiGangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan
20.Oposisi binerBerpaku pada hal-hal yang berlawanan
21.ParadoksPernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran
22.ProtektifBersangkutan dengan proteksi; bersifat melindungi
23.RasGolongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik; rumpun bangsa:
24.Realita sosial Kehidupan nyata/ fakta dalam kehidupan sosial
25.SindromHimpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak (muncul bersama-sama) dan menandai ketidaknormalan tertentu; hal-hal (seperti emosi atau tindakan) yang biasanya secara bersama-sama membentuk pola yang dapat diidentifikasi
26.Sekolah singgahTempat belajar yang  hanya menumpang
27.TemperamenSifat batin yang tetap mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran (periang, penyedih, dsb)
28.TradisiAdat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan di masyarakat;
29.UtopiaSistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada di bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan di kenyataan
30.Villa Rumah mungil di luar kota atau di pegunungan; rumah peristirahatan (digunakan hanya pada waktu liburan)

(2)Di dalam teks terdapat beberapa kata asing. Dengan menggunakan kamus atau rujukan lain yang sejenis,coba kalian temukan arti dari istilah asing tersebut.
No.Istilah AsingArti
1.Leisure activity Aktivitas yang menyenangkan,dilakukan pada waktu senggang
2.Opposite attracksTertarik pada suatu hal yang berlawanan
3.PrivilegeHak istimewa,tunjangan atau hak khusus
4.Self-referenceReferensi untuk pribadi
5.ScenePemandangan
6.Taken-for-granted Memberi bantuan

(3)Selain kosakata,coba kalian telusuri beberapa verba berikut. Verba yang menjadi kunci di dalam pelajaran ini adalah mengulas. Kata mengulas berasal dari kata dasar ulas yang bermakna ‘Membeberkan penjelasan dan komentar’; menafsirkan (penerangan lanjut,pendapat,dsb); ‘mempelajari’; atau ‘menyelidiki’. Verba tersebut bersinonim dengan beberapa verba lain yang bermakna ‘memberikan’ atau ‘menentukan ukuran atau penilaian’,misalnya pada beberapa kata seperti dalam tabel di bawah ini. Setelah itu,isilah rumpang perubahan bentuk kata dasar menjadi verba dan nomina berikut.
Kata DasarVerbaNomina
UlasMengulasUlasan
NilaiMenilaiPenilaian
Evaluasi Mengevaluasi Pengevaluasi
KritikMengkritik Pengkritik
UkurMengukur Pengukuran
KomentarMengomentari Pengomentar
Tafsir Menafsirkan Tafsiran
KupasMengupas Pengupasan

(4)Selain mencari sinonim dari verba mengulas,di dalam teks juga terdapat beberapa antonim atau lawan kata berikut. Carilah antonim untuk beberapa kata di bawah ini. Tulis jawaban kalian pada kolom di sebelah kanan.
Kata Antonim
Keterbatasan Kelebihan
Ketidakadilan Keadilan
Pertemanan Permusuhan
Ketakutan Keberanian
Penolakan Penerimaan
Pertemuan Perpisahan
Kemewahan Kesederhanaan
PerusakPerbaiki
Ketenangan Keributan
Pemenuhan Pengosongan
Perbedaan Persamaan
Si kayaSi miskin
Penyederhanaan Perumitan
Kenyamanan Kegelisahan

(5)Selanjutnya,verba dapat berbentuk verba aktif dan verba pasif. Lihatlah perubahan beberapa kata dari bentuk aktif dan pasif pada kolom berikut.
Kata DasarVerba AktifVerba Pasif
KembangMengembang
MengembangkanDikembangkan
AcuMengacuDiacu
Paku MemakuDipaku
LawanMelawan Dilawan
Utama Mengutamakan Diutamakan
Terutama
Kaitan MengaitkanDikaitkan
Adaptasi MengadaptasikanDiadaptasikan
Inspirasi MenginspirasikanDiinspirasikan
AlamiMengalamikanDialamikan
Jendela MenjendelakanDijendelakan
Belajar MengajarkanDiajarkan
MukimMemukimkanDimukimkam
Obsesi MengobsesikanDiobsesikan
Gambar Menggambarkan Digambarkan
JalanMenjalankan Dijalankan
RusakMerusakanDirusakkan
TenangMenenangkanDitenangkan
MewahMemewahkanDimewahkan

(6)Nomina adalah kata benda. Di dalam model teks ulasan film “Rumah Tanpa Jendela” banyak terdapat nomina. Nomina terdiri atas nomina dasar dan nomina turunan. Nomina dasar terdiri atas nomina umum dan nomina khusus. Temukan nomina dasar (khusus dan umum) serta nomina turunan yang terdapat di dalam teks.
Nomina Dasar
Nomina UmumNomina Khusus
FilmSanggar
RumahHollywood
Impian Aldo
Keluarga Rara
MajalahSi Mbok
JendelaMobil
BukuKomunitas
Negara Krayon
VillaKamera
PolisiKolam renang
JakartaBioskop